5 Kebiasaan Buruk Penyebab Mukena Mudah Kotor dan Bau

5 Kebiasaan Buruk Penyebab Mukena Mudah Kotor dan Bau

Sebagai umat muslim, sudah sepantasnya kita menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Sayangnya, terkadang kita justru melupakan hal-hal sepele terkait kebersihan tersebut. Rumah bersih, baju bersih, badan bersih, tapi ada satu yang masih sering terlupakan, yakni kebersihan mukena. Kalau mukena tidak dirawat dengan cara yang tepat, maka ia akan mudah kotor dan bau. Padahal, mukena ini adalah “pakaian” yang kita gunakan untuk beribadah. Ternyata mukena bau dan kotor bisa jadi disebabkan karena kebiasaan buruk yang kita lakukan. Berikut di antaranya.

Tidak Menjaga Kebersihan Ruangan
Periksa apakah kamar atau ruangan yang kamu gunakan untuk salat sudah bersih dari debu? Walaupun tak kasat mata, debu yang ada dalam ruangan bisa terbang terbawa udara dan menempel di mukenamu. Hal ini akan membuat mukenamu cepat kotor. Untuk menghindarinya, maka sebaiknya kamu membersihkan kamar atau ruangan salat dari debu secara rutin. Tak hanya cukup dengan menyapu, tapi pastikan seluruh sudut ruangan bersih dari atas hingga bawah.

Terlalu Lama Dipakai Namun Tidak Dicuci
Nah, tidak seperti baju yang kita ganti sehari sekali setelah memakainya, mukena bisa dipakai berkali-kali. Hal ini justru terkadang membuat kita lupa untuk mencucinya. Mukena hanya dipakai terus-menerus. Tak hanya lupa, rasa malas mencuci mukena juga bisa menjadi pemicunya. Mungkin kita berpikir bahwa mukena hanya dipakai di dalam ruangan dan tidak terkena debu dan keringat sehingga dibanding pakaian, ia tidak seberapa kotor dan kita pun tak perlu buru-buru mencucinya. Lebih baik hilangkan pemikiran seperti itu, ya. Meskipun hanya dipakai sebentar saja, ia juga harus dicuci secara berkala. Sebaiknya cuci mukena seminggu sekali.

Memakai Mukena dalam Kondisi Wajah dan Rambut Masih Basah
Sehabis wudhu, kamu pun langsung mengenakan mukena dalam kondisi wajah dan rambut yang masih basah. Akibatnya, mukena juga menjadi basah. Mungkin kamu berpikir bahwa mukena akan kering dengan sendirinya setelah kamu selesai salat. Hal ini memang benar, tapi apakah mukenamu akan tetap bersih seperti sebelumnya? Tentu saja tidak. Coba perhatikan bekas air yang menempel di mukena akan tetap membekas sehingga membuatnya berwarna kuning kecokelatan. Selain mukena menjadi kotor ini akan menyebabkan bau. Hilangkan kebiasaan buruk ini mulai sekarang, ya!

Mukena Lembap
Muka yang lembap bisa menyebabkan bau tak sedap. Ada beberapa penyebab kenapa mukena bisa lembap. Selain kebiasaan buruk memakai mukena dalam kondisi rambut masih basah, ruangan yang kurang ventilasi juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika udara bersih dan cahaya matahari tidak banyak masuk ke kamarmu, maka kamarmu akan pengap dan lembap. Ini pun akan berdampak pada benda-benda di kamarmu termasuk mukena. Akibatnya, mukena lebih mudah kotor dan bau. Untuk mencegahnya, pastikan kamarmu mendapat ventilasi udara dan sinar matahari yang cukup, ya!

Melipat Mukena Setelah Dipakai
Apakah kamu tipe orang yang melipat mukena setelah dipakai? Sebaiknya hentikan kebiasaan buruk ini mulai dari sekarang. Apa lagi kalau kamu melipatnya di dalam sajadah. Setelah dipakai, mukena harus digantung pada hanger agar terkena angin segar sehingga sisa keringat kita yang menempel bisa kering. Sebaliknya, jika kamu langsung melipatnya maka mukena akan lembap dan menimbulkan bau tak sedap. Ketika menggantungnya, pastikan posisi sajadah berada di lapisan dalam dan mukena di luar.

Bisa jadi kebiasaan buruk di atas yang kita lakukan selama ini ternyata menjadi penyebab kenapa mukena mudah kotor dan bau. Selain kebiasaan buruk, bahan mukena juga mempengaruhi. Bahan yang sulit menyerap air atau keringat bisa membuat mukenamu mudah bau. Oleh sebab itu, perhatikan juga ketika memilih mukena, ya!

Photo source: Ibrahim (pixabay.com)